Tag

, ,

obatObat jika digunakan dengan baik dan benar maka bisa mengobati suatu penyakit seseorang namun jika cara kita mengunakan obat salah maka bisa saja kematian yang akan datang menjemput . Nah berikut ini ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pada obat yang akibatnya bisa berbahaya pada si peminum obat.
1.   Apoteker Keliru Meracik
Obat Kesalahan apoteker dalam meracik obat bisa saja membahayakan nyawa seseorang yang akan memakan obat yang ia racik namun tahukah kamu jika ada 1 kesalahan dari setiap 20 resep yang diracik apoteker di AS.
2. Tak Membaca atau Mengikuti Instruksi pada Label
Instruksi pada label obat sangat perlu diketahui oleh para si peminum obat sebab disitu tertulis semua informasi penting mengenai obat seperti dosis dan kapan harus mulai memakan obat, namun terkadang orang malas membaca label yang ada pada obat sehinga salah dalam memakan obat yang pastinya bebrbahaya untuk si peminum obat.
3. Tidak Bisa Membedakan Obat
Vitamin, obat alergi, pil KB dan obat penghilang rasa sakit biasanya susah dibedakan penampilannya dengan obat suplemen. Apalagi kebanyakan pasien tak hanya diresepkan satu jenis obat saja dan jumlahnya naik seiring bertambahnya usia. Beberapa obat yang terlihat tidak berbahaya sebenarnya dapat berinteraksi dengan obat lain. Misalnya, obat maag dapat mengurangi penyerapan antibiotik dalam aliran darah sehingga mengurangi efektivitasnya. Agar tidak susah membedakan, berikan label pada masing-masing obat.
4. Tidak Menyimpan Obat Dengan Benar
Obat sebaiknya disimpan pada tempat yang sejuk dan kering dan jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung namun banyak orang yang tidak mempedulikan tempat penyimpanan obatnya dan terkadang obat ditaruh disembarang tempat padahal ada resiko yang bisa ditimbulkan jika salah dalam menaruh obat biasa saja obat kamu tadi berubah menjadi racun yang berbahaya.
5. Konsumsi Makanan yang Berinteraksi dengan Obat
Makanan tertentu dapat mengganggu kinerja obat, misalnya grapefruit. Grapefruit bukanlah anggur, tapi juga tidak dapat disamakan dengan jeruk Bali. Buah ini adalah jeruk besar berkulit oranye dengan daging merah keunguan seperti anggur. Grapefruit dapat menghalau enzim yang memetabolisme obat tertentu seperti antihistamin, obat tidur, obat anti kecemasan dan obat penurun kolesterol dan tekanan darah.

 beberapa kesalahan lain dalam mengonsumsi obat berikut ini, agar kita tidak lagi sering melakukannya.

1. Konsumsi obat yang dijual bebas tanpa membaca labelnya terlebih dahulu
Dunia farmasi menyebut obat yang dijual bebas sebagai over the counter atau OTC. Karena dijual bebas, kita sering kali mengabaikan aturan pakai yang tertera pada label kemasan. Sebenarnya bukan hanya aturan pakai saja yang harus kita ketahui, kontraindikasi dan efek samping yang ditimbulkan pun perlu kita ketahui. Tujuannya agar obat ringan ini tidak berlawanan dengan obat lain yang kita konsumsi, sehingga benar-benar dapat menghilangkan rasa sakit yang kita alami.

2. Mengonsumsi aspirin setiap hari tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter
Beberapa penelitian membuktikan, konsumsi aspirin setiap hari dapat menyebabkan pendarahan pada perut. Di samping itu, dokter biasanya merekomendasikan aspirin kepada pasien yang berisiko mengalami serangan jantung dan stroke. Aspirin memang dapat mencegah penggumpalan darah.

Tetapi penelitian juga mengungkapkan, kerja aspirin lebih baik pada pria dibanding pada wanita. Bahkan beberapa di antara kita memiliki kemungkinan untuk resisten terhadap aspirin. Inilah yang kemudian membuat aspirin justru bekerja sebaliknya, yaitu mengencerkan darah. Oleh karena itu, kita perlu mencari tahu apakah kita resisten terhadap insulin atau tidak dengan cara berkonsultasi ke dokter.

3. Minum suplemen kalsium dalam keadaan perut kosong
Sebagian besar suplemen kalsium, diikat dengan karbonat menjadi kalsium karbonat. Sedangkan sistem pencernaan kita membutuhkan asam hidroklorik untuk memecah kalsium karbonat, dan makanan akan membuat perut kita memproduksi asam. Itu mengapa kita harus mengonsumsi makanan sebelum minum suplemen kalsium agar proses penyerapannya optimal.

4. Menggunakan sisa antiobotik lama untuk mengobati infeksi baru
Pertama, kita harus benar-benar menghabiskan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi. Artinya, seharusnya tidak ada antibiotik yang tersisa. Kedua, setiap antibiotik biasanya diracik khusus untuk infeksi tertentu. Jadi kita tak boleh sembarangan mengonsumsi antibiotik.

Penggunaan antibiotik secara sembarangan justru membuat kita berisiko mengalami resisten terhadap bakteri tertentu. Inilah yang biasanya akan membuat pengobatan berjalan lama ketika kita terinfeksi bakteri tersebut. Maka konsultasi ke dokter menjadi sangat penting setiap kali kita mengalami infeksi atau peradangan.

sumber :