Tag

, ,

homeSchool“ayo pilih home schooling sebagai metode pendidikan alternatif…”

kelihatannya bagus kalimat ini tapi sebenarnya salah kaprah.

Home schooling bukanlah model pendidikan alternatif tetapi konsep dasar pendidikan itu sendiri. Sejak dulu orang memulai pendidikan ya dari rumah dgn orangtua dan keluarga mereka.

Tetapi setelah masyarakat berorganisasi dgn level dan sistem yang lebih kompleks, maka mulailah muncul sistem pendidikan yang dikelola oleh sistem tersebut, misal negara.

Karena konsep negara modern baru muncul di awal abad 20, maka konsep sekolah modern yang dikelola negara pun baru muncul yaaa 100 tahunan ini lah…bukan sesuatu yang lama bukan?

Ketika pendidikan masih dalam bentuk asalnya yaitu “home schooling”, konten pendidikan tersebut dibuat match dgn kebutuhan keluarga…misal petani ya anak2 diajari bercocok tanam dsbnya…mencari ikan dsbnya bila keluarga itu nelayan…

Nah, bila fungsi pendidikan di keluarga adalah seperti itu, maka fungsi pendidikan yang dikelola oleh negara sebenarnya tidak beda…yaitu supaya anak didik memahami ilmu dan konsep yang dibutuhkannya dalam hidup bernegara sebagai warga.

So, sejak awal abad 20 seorang anak memiliki dua tujuan pendidikan dalam hidupnya yaitu memahami ilmu yg sesuai dgn kebutuhan hidupnya dan ilmu yg menunjang kemampuannya hidup sbg warga negara…

Nah, ketika dalam masyarakat kompleks seperti ini orang berbondong-bodong meninggalkan bangku sekolah yang pengelolaannya mengadopsi pula (sebagian atau seluruhnya) tujuan pendidikan nasional dan berpindah ke home schooling, maka sebenarnya lucu…karena darimana kah anak2 akan tahu pengetahuan yang dibutuhkannya untuk hidup sebagai warga negara? Tentunya kita semua tdk hidup di masyarakat tanpa naungan negara kan sekarang?

Oleh karena itu, di negara-negara maju home schooling itu malah dijadikan sekolah “alternatif” hanya bagi mereka yang berkebutuhan khusus…bukan digalakkan untuk semua orang…

copas dari status Prof. Andy Bangkit