Tag

, ,

SEMU: Saya ingat sekitar 2 tahun yg lalu sahabat saya berkata (ketika itu kami satu kendaraan berdua), “Ris…lihat sekeliling kita, sepanjang jalan yg kita lalui…orang2 banyak membangun ruko disepanjang jalan2 di samarinda ini. Artinya apa ris? Artinya mereka bergerak..roda ekonomi mereka berputar cepat. Kita aja yg mungkin jalan ditempat…”

Benar…apakah anda juga melihat hal yg sama di kota anda? Bahwa pertumbuhan pembangunan entah itu berupa property atau kendaraan sangat cepat sekali. Dan tahukah anda juga? Bahwa itu semua dibangun diatas pondasi labil ekonomi bernama HUTANG.


Hampir semua dibangun dengan hutang, dibeli dengan hutang, diraih dengan hutang, dan dikuasai hutang dan hutang. Saya harap anda bukanlah orang yg hidupnya bekerja untuk membayar hutang bank. Saya harap anda bukanlah orang yg punya gaji 10juta tapi beban kredit 9juta. Atau kemudian penghasilan anda naik jadi 30juta dan hutang cicilan anda menjadi 29,5juta. Atau bahkan ketika penghasilan anda 100juta/bulan dan beban kredit anda adalah 99,8juta/bulan. Anda, saya akan capek…hidup kita akan hanya capek membiayai bank. Bekerja untuk bank. Menghabiskan hidup untuk bank.

Memang sih para motivator bisnis banyak berkata bahwa semakin besar hutang kita, akan meningkatkan kapasitas kita. Kalo kita hutang di bank 500juta kita bermasalah dengan bank, kalo hutang kita 500M bank yg bermasalah dengan kita. Begitu seterusnya sampai dititik kebiasaan berhutang menjadi gaya hidup. Gaya hidup yg ditopang oleh hutang. Padahal tidak akan kokoh bangunan yg diberi pondasi hutang. Buktinya negara ini…negara kita ini adalah negara yg ditopang hutang. Bernafas dengan hutang. Jadi angka2 pertumbuhan ekonomi makro itu hanya semu jika sebenarnya hutang kita semakin membesar. Negara kita itu juga bangkrut karena perilaku hutang segelintir orang yg akhirnya ditanggung orang satu nusa dan bangsa. Kasus centuri, dll adalah contoh nyata ke-tekor-an negara kita.

Ini bukan larangan saya untuk berhutang. Tapi berhutang itu yg bijak dan cermat. Karena kebutuhan, bukan karena memperturut keinginan2. Sesungguhnya jika kita memiliki sesuatu dan itu kita dapat dari hutang maka bukanlah milik kita sepenuhnya. Bukan milik kita sejatinya. Semua itu semu dan palsu. Kita tampak kaya padahal tidak kaya. kita seeing succes padahal not being succes. Dan ternyata kita lebih sering memilih sesuatu yg semu…betapa semunya kehidupan kita. Rumah itu semu…mobil itu semu…

Sumber : Status Aris D Ansah