Tag

,

Banyak yang mendapatkan keuntungan dari adanya Komunitas Opensource, dan tentunya banyak yang sukarela menjadi anggotanya tanpa perlu di minta. Tapi, jika di minta menjadi Pengurus suatu Komunitas Opensource, lain lagi ceritanya.

open-sourceSaya ingin flashback ke masa-masa sekolah. Jika ada guru yang menanyakan : “Siapa yang mau jadi ketua regu?” atau “Siapa yang bersedia jadi ketua kelas?” Pasti murid-murid saling tunjuk satu dengan yang lainnya. Kenapa?

Karena dalam bayangan mereka, jadi ketua itu susah, nambahi pekerjaan, bingung jika nanti disuruh membuat keputusan, dan jadi “tumbal” jika ada kesalahan. Betul ga?

Kembali ke masalah Komunitas Opensource, jelas ini komunitas non profit, anda tidak akan pernah mendapat bayaran atau keuntungan finansial, setidaknya secara langsung. Jadi mengapa harus repot-repot jadi pengurus, sebagian besar akan berfikir : “Wah, saya udah repot dengan kerjaan, ngapain susah-susah ngurusi orang banyak” dan “Ah, masih banyak yang lain yang bisa jadi pengurus, saya mah silent reader doank”

Kalau ditanyakan ke saya, apakah repot jadi pengurus suatu Komunitas Opensource, saya dengan mantab jawab IYA!

Tapi kalo ditanya apakah ada keuntungan lain jika menjadi pengurus? Secara finansial tidak, tapi hal-hal lain iya.

Menjadi pengurus komunitas nirlaba merupakan tantangan tersendiri, anda akan mendapat keuntungan :

1. Melatih kemampuan kepemimpinan dan koordinasi.

Jika selama ini yang anda hadapi adalah komputer dan aplikasinya, kali ini anda akan dihadapkan kepada manusia-manusia yang mempunyai akal dan keinginan sendiri. Bagaimana anda bisa menghimpun menjadi satu kesatuan untuk kemajuan organisasi, menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pengurus yang lain dan diantara anggota reguler, itulah seninya.

Dalam perusahaan masih lebih mudah, anda tinggal membuat keputusan dan pegawai yang tidak menuruti atasan, silahkan hengkang. Dalam komunitas Opensource dimana unsur kekeluargaannya sangat kuat, maka untuk mengkoordinasikan sesuatu atau memutuskan sesuatu memerlukan pertimbangan lebih. Anda akan dituntut untuk mengakomodasi kepentingan tiap-tiap anggota sementara dilain sisi anda akan dipaksa untuk membuat satu keputusan strategis untuk kemajuan komunitas, yang sudah jelas bakal TIDAK akan memuaskan semua pihak. Mission Imposible? Well.. yeah  :D

2. Melatih kemampuan negosiasi dan penyelesaian konflik.

Jika ada permasalahan komunitas, maka orang-orang akan menunjuk anda pertama kali sebagai penyelesai masalah. Disini anda dituntut harus mampu menyelesaikan masalah apapun keadaannya dan bagaimanapun caranya. Saya pernah di hubungi anggota lain sewaktu ada konflik antar anggota, dan bahkan saya waktu itu tidak tahu ada konflik apa, ada masalah siapa lawan siapa, asal usul masalahnya apa, dll. Tapi the show must go on, ga bisa kita lepas tangan dan bilang “Saya tidak tahu apa-apa ini”. Anda akan dipaksa dan terpaksa menyelesaikan konflik, dan anda akan terlatih untuk ini kelak. Dan jika konflik itu melibatkan orang-orang dekat anda, maka anda akan lebih dituntut membuat keputusan yang adil bagi semua pihak.

3. Melatih kemampuan merencanakan dan mengatur strategi.

Komunitas Opensource sangat unik, beda dengan perusahaan yang tujuannya cuma satu yaitu profit. Tujuan Komunitas Opensource adalah wadah untuk berbagi ilmu, bukan cari untung, sementara di lain sisi, untuk operasional jelas bayar pake duit, bukan pake daun. Disini anda akan (sekali lagi) dipaksa untuk memikirkan keseimbangan dua sisi, tetap mempertahankan prinsip kemandirian Komunitas dan bisa memperoleh dana untuk mempertahankan hidup Komunitas.

Anda juga dipaksa putar otak untuk memikirkan cara mengembangkan dan mempertahankan komunitas agar tetap hidup. Merencanakan program kegiatan, baik seminar ataupun workshop, maupun hanya sekedar kopdar kecil-kecilan untuk membina tali silaturahmi dengan anggota di seluruh daerah. Menjual aksesoris komunitas dan menjalin kerjasama dengan sponsor yang memiliki visi dan misi yang sama, serta hal-hal kreatif lainnya yang dapat menunjang eksistensi komunitas.

4. Menjalin hubungan dengan relasi di luar Komunitas.

Dengan menjadi pengurus suatu Komunitas Opensource, secara de facto anda mewakili komunitas. Pihak lain yang ingin mengajak kerjasama dengan komunitas, pasti akan menghubungi anda. Disini nama anda bisa dikenal khalayak luas, dan jelas semakin menambah koneksi dan relasi anda. Hal ini secara tidak langsung menunjang karir dan usaha anda. Tapi sekali lagi, anda juga bertanggung jawab terhadap komunitas. Tidak bisa anda melakukan hit and run, masuk komunitas, sudah terkenal namanya, terus kabur meninggalkan komunitas begitu saja dan banting stir ke usaha yang lebih profitable (dan bahkan ada beberapa yang justru mematikan Komunitasnya karena dianggap akan melahirkan saingan bagi usahanya). Bagaimanapun komunitaslah yang membesarkan anda, dan sudah selayaknya ada timbal balik yang nyata untuk perkembangan komunitas kedepannya. Pertimbangkan bagaimana memanfaatkan koneksi tanpa mencederai prinsip yang dianut suatu komunitas.

Dalam membina kerjasama dengan pihak lain, disatu sisi akan menguntungkan komunitas, dilain sisi, akan banyak hambatan. Apalagi kerjasama yang melibatkan uang atau keuntungan finansial. Mulai dari dicurigai ‘ngemplang’ duit komunitas, sampai menghadapi anggota yang hanya ingin memanfaatkan komunitas untuk kepentingan pribadinya saja. Ada peluang tentunya ada tantangan.😉

Dari pengalaman saya, relasi ini bahkan tidak terbatas hanya di Indonesia saja, tapi peluang untuk menjalin kerjasama dengan pihak di Luar Negeri. Beberapa pihak memberi apresiasi lebih jika anda adalah seorang pengurus komunitas Opensource.

5. Sumbangsih untuk masyarakat.

Komunitas Opensource adalah wadah berbagi ilmu yang tujuannya untuk mencerdaskan masyarakat luas. Sebagai pengurus komunitas, anda menentukan jalannya komunitas kedepan sekaligus menjaga keutuhan dan prinsip yang ada dalam komunitas itu sendiri. Dengan tetap berkembangnya suatu komunitas yang anda kelola, tentunya semakin memberikan manfaat bagi orang banyak, dan segala jerih payah anda merupakan sumbangsih yang sangat berharga bagi bangsa ini. Banyak yang cuma mengeruk keuntungan pribadi , mengorbankan kehormatan bangsa , negara , dan rakyatnya dengan korupsi. Orang berpendapat negeri ini sudah hancur lebur karena ulah pemimpinannya. Jadi mengapa anda tidak berusaha, sedikit banyak memberikan kebaikan untuk bangsa ini. Mungkin tidak akan cukup power suatu komunitas opensource merubah kondisi negara, tapi dengan ilmu yang diamalkan di komunitas, sedikit banyak tentu akan membawa barokah baik bagi yang menggunakannya ,terlebih bagi yang mengamalkan ilmu dan tenaganya.

JIKA setelah membaca uraian saya diatas, semakin menciutkan nyali anda untuk menjadi pengurus komunitas opensource, maka sampai sebatas itu saja kemampuan anda. Tapi jika hal-hal diatas semakin mendorong semangat anda untuk aktif menjadi pengurus dan berjuang untuk kemajuan komunitas. Saya yakin, anda akan sukses menjadi pemimpin kedepannya, karena anda adalah kepribadian yang selalu ingin maju, tidak surut oleh rintangan dan hambatan, serta menyukai tantangan  untuk menguji dan mengasah kemampuan anda.  Welcome to The Community.

sumber : http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2014/10/03/manfaat-menjadi-pengurus-komunitas-opensource-682989.html